
Tuhan dalam Islam tidak hanya Maha Agung dan Maha Kuasa, namun juga Tuhan yang personal menurut al-Qur’an, Dia lebih dekat pada manusia daripada urat nadi manusia. Dia menjawab bagi yang membutuhkan dan memohon pertolongan jika mereka berdoa pada-Nya. Di atas itu semua, Dia memandu manusia pada jalan yang lurus, “jalan yang diridhoi-Nya.” Islam mengajarkan bahwa Tuhan dalam konsep Islam merupakan Tuhan sama yang disembah oleh kelompok agama Abrahamik lainnya seperti Kristen dan Yahudi. Namun, hal ini tidak diterima secara universal oleh kalangan non-Muslim.
Tuhan Dalam Islam vs. Tuhan Dalam Arab pra-Islam.

Ketika membandingkan politeisme Arab pra-Islam, Tuhan dalam Islam tidak memiliki teman dan sekutu maupun pertalian antara Tuhan dengan Jin. Arab pra-Islam percaya takdir yang kabur, kuat, dan tidak dapat ditawar-tawar melebihi apa yang manusia tidak dapat kendalikan. Paham ini diganti dengan gagasan Islam Tuhan Yang Maha Pemurah namun Maha Kuasa.
Tuhan Dalam Islam vs. Tuhan Dalam Yahudi.

Menurut Francis Edwards Peters, “Al-Qur’an menuntut Muslim untuk beriman, dan sejarawan menyetujui bahwa Muhammad dan pengikutnya menyembah Tuhan yang sama dengan Tuhan Yahudi [lihat Al-Qur'an Surah Al-'Ankabut [29]:46]. Allah menurut Al-Qur’an adalah Tuhan Pencipta yang sama yang mengadakan perjanjian dengan Ibrahim”. Peters menyatakan bahwa al-Qur’an menggambarkan Allah lebih kuat dan luas daripada Yahweh, dan sebagai Tuhan alam semesta, tidak seperti Yahweh yang hanya lebih dekat pada orang-orang Israel. Menurut Encyclopedia Britannica
Tuhan, dikatakan dalam al-Qur’an, “mencintai yang berbuat baik,” dan dua bagian dalam al-Qur’an mengekspresikan sebuah kasih yang saling mengerti antara Tuhan dan manusia, namun Yudeo-Kristen mengajarkan “cintai Tuhan dengan segenap hatimu” tidak dirumuskan dalam Islam. Tekanan ini lebih pada kebebasan kehendak Tuhan, sehingga setiap orang harus berserah diri. Yang paling utama, “menyerahkan diri kepada Allah” (Islam) merupakan agama itu sendiri.
Tuhan Dalam Islam vs. Tuhan Dalam Kristen.

Islam dengan tegas menolak kepercayaan Kristen bahwa Tuhan itu tiga pribadi dalam satu hakekat (lihat Tritunggal). Dalam konsepsi Islam tentang Tuhan, tidak ada kesetaraan antara Tuhan dan ciptaan. Kehadiran Tuhan dipercaya ada dimanapun, dan tidak menjelma sebagai siapapun atau apapun.
Kristen Barat merasa Islam sebagai agama kafir selama Perang Salib pertama dan kedua. Muhammad dipandang sebagai setan atau tuhan palsu yang disembah bersama Apollyon dan Termangant dalam trinitas yang tidak suci. Pandangan tradisional Kristen adalah bahwa Tuhan Muhammad sama dengan Tuhannya Yesus. Ludovico Marracci (1734), penerima pengakuan dosa Paus Innosensius XI, menyatakan:
Muhammad dan pengikutnya yang menganggap ortodoks, telah dan melanjutkan untuk memiliki gagasan Tuhan yang asli dan logis dan sifat-sifat-Nya (selalu mengecualikan dan menolak Trituggal), muncul sangat jelas dari Qur’an itu sendiri dan seluruh kepercayaan akan Tuhan Muhammad, sehingga akan membutuhkan banyak waktu untuk menyangkal yang beranggapan Tuhan Muhammad berbeda dengan Tuhan sejati.
Banyak pesan-pesan dalam Perjanjian Lama mengacu pada kasih Tuhan. Tema sentral dalam Perjanjian Baru adalah kasih Tuhan dalam perantaraan Yesus. Dalam Islam, kasih Tuhan muncul dalam seluruh tanda-tanda dan penciptaan Bumi dimana manusia dapat hidup dalam kehidupan yang layak.
“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (QS. al-Baqarah [2]:21-22)
Pujian umat Muslim kepada Tuhan yang paling umum adalah ‘Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang’. Dua lainnya dari “asma’ul husna” Tuhan ‘Maha Kasih sayang’ (wadud) dan ‘Maha Pemberi’ (wahhāb). William Montgomery Watt berpegang bahwa Kristen memiliki lebih banyak tekanan dalam aturan tingkah laku Tuhan sebagai penggembala yang pergi mencari domba-domba yang hilang dan menyelamatkannya. Di sisi lain, Islam menolak sebagian doa bagi siapapun yang telah kafir. Dalam Islam, Watt mengatakan, Tuhan menyediakan nikmat bagi setiap golongan untuk mencapai kehidupan kekal (contoh: kehidupan di Surga) dengan mengirim utusan atau nabi untuk mereka. Islam juga mengembangkan doktrin perantaraan Muhammad pada Hari Kiamat yang akan menerima mereka dengan baik, meskipun yang berbuat dosa akan diadili atas dosa-dosa mereka baik di bumi maupun di neraka. Wikipedia









tidak ada kesimpulannya, bahasan yang itu hanya sebagian saja ……… sehingga kita gak tau apa yang benar yang seharusnnya kita percayai……………… tapi aku percaya allah orang kristen.
kesimpulan na, dah byk bgt bukti tanda2 kebesaran Allah SWT.
insyaAllah, sem0ga ak n keluarga-ku tidak termasuk orang2 yg merugi di dunia n akhirat.
amin.
Tulisan di atas bagus untuk memperkaya khasanah pengetahuan tentang agama-agama dunia. Apapun agama yang dianut, satu hal yang mendasar adalah bahwa Tuhan itu melampaui agama-agama yang penuh dengan konsep-konsep deity yang sederhana demi untuk membuat manusia memahami apa Tuhan itu sesungguhnya. Tuhan itu mahabesar, lebih besar dan luas daripada bidang pengembaraan khayalan, gagasan dan ide-ide manusia. Sedemikian mahabesarnya sampai-sampai manusia sendiri mencari dan mencari dan sering merasa tidak menemukanNya namun sesungguhnya Tuhan itu imanen serta ada dalam diri sang pencari yang sering tidak merasa keberadaan Tuhan.
Tanpa harus menjudge agama saudara di sebelahku, Marilah kita saling menghargai kesetaraan dan keluhuran martabat manusia, karena di dalam diri saudara kita ada daya spiritual universal yang merupakan daya inti Tuhan telah membentuk dan membangun dia sebagai manusia yang bermartabat luhur. Daya ilahi ada di sana.
Marilah kita menghormati sesama manusia, apapun konsepnya tentang Tuhan dan apapun agama serta bagaimanapun cara dia menyembah Tuhan!!
kesimpulan akhir yaaa bagimu agamamu bagiku agamaku….klo mnrt aku yaaa Islam….sorry bro gak ada niatan SARA lho.
Agama bukan suatu untuk diperdebatkan,melainkan untuk menebarkan KASIH dan bukan agama yg baik bila mengizinkan membunuh!
kesimpulannya islam adalah solusi terbaik…
gt aja kok repot..
jadi kesimpulan akhirnya apa bro???